Presiden SBY Rabu (11/10) pagi menghadiri dan membuka Pameran Produk Ekspor ke 21 di Pekan Raya Jakarta. Presiden juga memberikan penghargaan Primanyarta pada 23 perusahaan yang berprestasi. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara beserta Ketua Dekranas Ibu Mufidah Jusuf Kalla, Rabu (11/10) pukul 10.00 WIB menghadiri Pameran Produk Ekspor ke 21 di Pekan Raya Jakarta. Pameran ini diikuti 32 peserta serta dihadiri tak kurang dari buyer dari 100 negara. Presiden SBY membuka Pameran itu dengan memukul rebana, didampingi Menteri Perdagangan Mari E. Pangestu, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso dan Ketua BPEN Hartanto Rekso Adiputro
Dalam sambutannya, Presiden SBY berpesan untuk tidak meninggalkan produk-produk unggulan tradisional yang berbasis sumber daya alam. “Peliharalah dan kembangkan produk budaya kita itu dengan sebaik-baiknya,” pesan Presiden SBY. “Kita memiliki beragam warisan budaya karya seni, yang memiliki daya jual yang sangat tinggi, dan perlu terus kita kembangkan dan kita tingkatkan. Untuk itu diperlukan daya saing tinggi, yang memiliki kwalitas dan produk desain beragam, agar dapat merebut pasar domestik dan Internasional,” kata Presiden SBY.
Presiden minta agar para pelaku ekonomi, teknologi dan pengusaha untuk terus melakukan sinkronisasi, bersinergi dan bekerjasama yang baik, dalam upaya meningkatkan produk ekspor. “ Saya yakin, apabila kita memiliki kebijakan ekonomi yang tepat ditopang dengan hasil penelitian dan pengembangan yang dicoba oleh para peneliti dan tekhnolog kita , dan kemudian semua itu diwujudkan untuk memproduksi barang dan jasa secara terpadu oleh industriawan, maka daya saing kita , produktivitas kita, keunggulan kita, akan terus meningkat dari masa ke masa. Untuk itu lakukan sinkronisasi , sinergi dan kerjasama yang baik antara, ekonom, tekhnolog, dan dunia usaha, dalam upaya meningkatkan produk ekspor, " katanya.
Selain itu Presiden SBY juga mengajak para eksportir, untuk megembangkan produk yang memiliki daya saing dan padat karya, seperti produk pakaian jadi, produk yang mengandalkan teknologi dan tenaga kerja terampil seperti, elektronika, otomotif, dan perlu kita tingkatkan dengan inovasi. Demikian pula produk yang mengandalkan ketersediaan bahan baku, yang berpadu dengan kreatifitas dan keterampilan seperti, ukiran, dan aksesories, perlu lebih mengedepankan budaya bangsa kita,” ujar Presiden SBY.
“Kita patut bersyukur pertumbuhan ekspor kita dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Tahun 2005 ekspor kita mencapai 85,7 miliar Dolar AS, naik 19,7 persen dibandingkan tahun 2004. Tahun 2006 kinerja ekspor masih baik, dengan pertumbuhan ekspor sebesar 17,1 persen. Untuk Januari hingga Agustus sudah mencapai 64,6 milliar Dolar AS. Diperkirakan ekspor untuk tahun 2006 akan mendekati 100 milliar Dolar AS. Hal ini didorong oleh perkembangan harga komoditas pada periode Januari – Agustus 2006. Jika dibandingkan periode sebelumnya, ekspor produk pertanian mengalami peningkatan 21,7 persen dan pertambangan meningkat 35,2 persen. “ kata Presiden SBY
Sebelumnya, Presiden SBY memberikan penghargaan Primaniyarta kepada 23 perusahaan yang berprestasi. Usai memberikan sambutan, melakukan peninjauan ke stand pameran ekspor, mulai produk makanan, ban mobil, mutiara, hasil laut, alat musik, yang kesemuanya telah di ekspor ke berbagai negara.
Tampak hadir, Menteri Perdagangan Mari E Pangestu, Menko Perekonomian Boediono, Menteri Industri Fahmy Idris, Menpan Taufik Effendi, Menpora Adiyaksa Dault, Menlu Hassan Wirajuda, Wakil ketua MPR A.M.Fatwa, dan Duta Besar dan Atase Perdagangan Negara Sahabat untuk Indonesia. Dalam akhir kunjungannya, SBY sempat mencoba salah satu produk unggulan dalam negeri, yaitu gitar listrik produksi lokal. Ia juga mencoba untuk memainkan beberapa lagu dengan menggunakan gitar tipe RI-1 sambil diiringi oleh beberapa musisi.
http://www.presidensby.info/index.php/fokus/2006/10/11/1129.html |