Home arrow Home arrow Dampak Blokade YouTube Terberat di Asia
Narrow screen resolution Wide screen resolution default color green color orange color





Katasandi hilang?
Belum terdaftar? Pendaftaran

Online

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini30
mod_vvisit_counterKemarin52
mod_vvisit_counterMinggu ini149
mod_vvisit_counterBulan Ini305
mod_vvisit_counterAll6378
Dampak Blokade YouTube Terberat di Asia
PDF Cetak E-mail
Selasa, 26 Februari 2008 | 12:17 WIB

NEW YORK,  SELASA - Blokade akses situs video YouTube oleh pemerintah Pakistan, Minggu (24/2), berdampak sangat luas. Meski maksudnya hanya akses dalam negeri, ternyata blokade itu berdampak macetnya hampir dua pertiga komunitas internet global gagal mengakses YouTube.

Insiden ini menunjukkan kelemahan jaringan internet global. Kasus Pakistan ini terjadi kurang dari sebulan setelah putusnya kabel serat optik di Laut Tengah. Putusnya kabel bawah laut ini mengakibatkan putusnya akses internet di Mesir dan mengganggu hubungan dari Timur Tengah hingga India.

Seorang pakar internet mengatakan insiden Minggu itu terjadi setelah sebuah perusahaan telekomunikasi Pakistan menjalankan perintah blokade itu dengan cara mengalihkan permintaan ke YouTube ke 'lubang hitam.'  

Menurut data Renesys Corp, kelumpuhan itu terjadi Minggu (24/2) pukul 13.47 waktu Amerika timur atau Senin (25/2) pukul 01.47 WIB. Renesys adalah perusahaan yang menjaga jalur koneksi internet perusahaan telekomunikasi dan klien-klien lainnya. Dampak terbesar dialami Asia yang sempat sekitar dua jam tidak bisa mengakses Youtube.

Todd Underwood, Wakil Presiden Komunitas Internet Renesys  menjelaskan, keruwetan terjadi ketika Pakistan Telecom menetapkan sebuah rute baru untuk membuang permintaan ke YouTube dari pengguna internet setempat ke lubang hitam.  Kesalahan Pakistan Telecom adalah mereka kemudian mempublikasikan rute itu ke pembawa data internasional, yaitu PCCW Ltd di Hongkong.

Kesalahan berikutnya, PCCW menerima rute itu lalu mengarahkan permintaan dari kliennya ke Pakistan. Karena PCCW merupakan salah satu dari 20 perusahaan sejenis yang terbesar, maka semakin banyak data yang dibuang ke lubang hitam itu tanpa verifikasi. "Begitu perusahaan sebesar itu membuat kesalahan, maka akibatkan akan tersebar sangat cepat," kata Underwood.

YouTube menbenarkan bahwa kelumpuhan itu disebabkan jaringan di Pakistan. "Kami sedang menyelidiki  bersama yang lain di komunitas internet untuk mencegah hal ini terjadi lagi," kata Youtube dalam pernyataan lewat email. Juru bicara YouTube tidak segera menjawab pertanyaan lewat email apakah klip yang dikeluhkan pemerintah Pakistan sudah dicabut.

Pakistan Telecom dan Otoritas Telekomunikasi Pakistan belum berhasil dihubungi. Sedangkan Rex Stover, Wakil Presiden Sales PCCW Global di Herndon Virginia AS mengatakan perusahaan itu sedang mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa itu bisa terjadi.(AP)


dikutip dari http://www.kompas.com/tekno.php
 
< Sebelumnya   Berikutnya >